Lesbianisme: Penyimpangan Fitrah dan Ancaman Peradaban
muslimatdewandakwah
Oleh : Syarifah Syahidah
Di tengah arus globalisasi dan kebebasan yang melampaui batas, kita menyaksikan maraknya perilaku menyimpang yang dahulu dianggap tabu, kini justru dimaklumi dan bahkan dibela. Salah satunya adalah lesbianisme, yakni hubungan seksual sesama wanita, yang merupakan penyimpangan besar dari fitrah manusia.
Lesbianisme dalam Pandangan Islam
Islam memuliakan fitrah manusia: Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan perbedaan yang saling melengkapi, bukan untuk ditukar atau ditolak.
Allah berfirman: “Dan Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri...”
(QS. An-Nahl: 72)
Lesbianisme tidak hanya menolak pasangan fitrah, tapi juga mencederai tujuan penciptaan manusia: membangun rumah tangga, keturunan yang sah, dan masyarakat yang sehat.
Meskipun Al-Qur’an tidak menyebut kata "lesbian" secara eksplisit, namun para ulama seperti Imam Malik dan Imam Syafi'i menjelaskan bahwa hubungan sesama wanita (السحاق) adalah dosa besar dan termasuk dalam fahisyah (perbuatan keji). Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila seorang wanita mendatangi wanita lain (dengan syahwat), maka keduanya adalah pezina."
(HR. Thabrani, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Bahaya Sosial dan Psikologis
- Menghancurkan Institusi Keluarga:
Hubungan sesama jenis menutup pintu pernikahan sah, keturunan, dan peran ibu secara benar. - Mengganggu Kesehatan Jiwa dan Fisik:
Studi medis menunjukkan bahwa perilaku lesbianisme rentan menyebabkan gangguan psikologis, penyakit kelamin, dan hubungan tidak stabil. - Merusak Moral Generasi Muda:
Budaya populer yang mengagungkan kebebasan seksual telah menyesatkan banyak remaja, bahkan menjadikan orientasi sesama jenis sebagai 'tren'.
Sebab Maraknya Lesbianisme
- Kurangnya pendidikan agama sejak dini
- Pergaulan bebas dan akses pornografi
- Trauma masa kecil atau hubungan keluarga yang tidak sehat
- Lingkungan yang permisif terhadap LGBT
- Propaganda media dan film yang menormalisasi penyimpangan
- Ajakan untuk Taubat dan Kembali kepada Fitrah
Saudariku, Islam adalah agama rahmat, bukan agama kebencian. Islam tidak menoleransi dosa, tetapi memberi peluang besar kepada pelaku dosa untuk bertobat. Setiap orang punya masa lalu, namun kemuliaan seorang hamba terletak pada kesungguhannya memperbaiki diri.
“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh, Allah mengampuni semua dosa. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)
Penutup
Lesbianisme bukan hak, tapi penyimpangan. Membela pelakunya bukan bentuk kasih sayang, tapi justru menjerumuskan. Kembali kepada Allah, kembali kepada fitrah, dan hidup dalam bimbingan wahyu adalah satu-satunya jalan selamat.
Semoga Allah menjaga kita, anak-anak kita, dan seluruh umat Islam dari fitnah yang keji ini. Dan semoga Allah memberi hidayah kepada mereka yang terjerumus untuk kembali kepada cahaya kebenaran. Aamiin.
*Penulis adalah Daiyah MC Muslimat Dewan Da'wah Husus Pembinaan Rohani di Rutan & Lapas Wanita, Pengurus Mt Al Itqon, Pembina BDI (Belajar Dasar Islam), Pengajar di beberapa Majlis taklim.