Palestina Memanggil: Jihad Fii Sabilillah

Gambar Utama

                 Oleh : Syarifah Syahidah

Hari ini, dunia menyaksikan bagaimana umat Islam di berbagai negeri tertunduk di hadapan kekuatan global. Banyak yang hanya bisa bersuara pelan, sekadar mengutuk di atas kertas, sementara langkah nyata yang ada masih sangat terbatas.

Namun, di tengah keheningan itu, masih ada barisan-barisan perlawanan yang tetap tegak. Mereka tidak gentar meski menghadapi senjata canggih dan blokade yang mencekik. Di antara barisan itu, berdirilah HAMAS—yang menjadi simbol izzah (kehormatan) umat Islam.

HAMAS, bersama saudara-saudara mujahidin Palestina lainnya, adalah bukti bahwa jihad melawan kedzaliman masih hidup. Bahwa darah para syuhada masih menyirami bumi Al-Quds. Bahwa Palestina tidak akan pernah hilang dari peta umat.

Wahai umat Islam, sadarilah,  
kita berhutang harga diri kepada para mujahidin Palestina. Dan HAMAS adalah salah satu benteng terkuat yang masih menjaga kehormatan itu. Karena keberanian merekalah dunia tahu umat ini belum mati. Karena keteguhan merekalah Al-Quds masih memiliki penjaga.

Mendukung HAMAS bukan sekadar mendukung sebuah organisasi. Tapi itu adalah dukungan kepada jihad melawan kedzaliman, dukungan kepada syiar Islam, dukungan kepada kehormatan umat.

Kita pun patut menghargai, bahwa sebagian negeri Muslim juga memberi dukungan—ada yang secara terbuka, ada yang melalui jalur politik dan diplomasi. Semua itu adalah bagian dari kewajiban umat dalam membela agama Allah.

Mereka berdiri di garis depan, mempertaruhkan nyawa. Maka sekecil apapun dukungan kita—doa, dana, suara, bahkan sikap politik—adalah bagian dari amanah besar menjaga izzah umat.

Allah ﷻ berfirman:       وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ

"Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan mempertahankan) agama, maka kamu wajib memberi pertolongan…" (QS. Al-Anfal: 72).

Tanpa para mujahidin Palestina, dunia mungkin sudah lupa bahwa negeri itu masih ada.
Tanpa HAMAS dan saudara-saudaranya, umat Islam mungkin sudah kehilangan sisa-sisa harga diri.

Penulis: Daiyah  MC Muslimat Dewan Dakwah Islamiah Indonesia Husus Pembinaan Lapas dan Rutan Wanita

Lainnya Tentang Kolom

Gambar utama 'Kohabitasi dan Tantangan Moral di Indonesia Merdeka.'

Kohabitasi dan Tantangan Moral di Indonesia Merdeka.

Gambar utama 'Globalisasi dan Westernisasi Penjajahan melalui Pendidikan'

Globalisasi dan Westernisasi Penjajahan melalui Pendidikan

Gambar utama 'Zakat dan Pajak: Menyatukan Spritualitas dan Keadilan dalam Sistem Fiskal'

Zakat dan Pajak: Menyatukan Spritualitas dan Keadilan dalam Sistem Fiskal

Gambar utama 'Hati Nurani Manusia'

Hati Nurani Manusia

Gambar utama 'Spirit Idhul Fitri dalam Mewujudkan Clean and Good Government'

Spirit Idhul Fitri dalam Mewujudkan Clean and Good Government

Gambar utama 'Strawberry Generation, Mampukah menghadapi Tantangan Masa Depan?'

Strawberry Generation, Mampukah menghadapi Tantangan Masa Depan?

Lihat Semua

Artikel Terbaru

Gambar utama 'Ketika Aturan Kaku Menjadi Wajah Baru dari Kedzoliman'

Ketika Aturan Kaku Menjadi Wajah Baru dari Kedzoliman

Gambar utama 'Membantah Teori "Benturan Peradaban": Kepicikan Pandangan Samuel Huntington'

Membantah Teori "Benturan Peradaban": Kepicikan Pandangan Samuel Huntington

Gambar utama 'Hartini Dg Saido Terpilih Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Dewan Da'wah Periode 2025-2030'

Hartini Dg Saido Terpilih Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Dewan Da'wah Periode 2025-2030

Gambar utama 'Tanggung Jawab Ketua atau Pimpinan Organisasi Dakwah'

Tanggung Jawab Ketua atau Pimpinan Organisasi Dakwah

Gambar utama 'Dewan Dakwah Kukuhkan PGDD 2025–2028: Menguatkan Da'wah, Meneguhkan Pendidikan'

Dewan Dakwah Kukuhkan PGDD 2025–2028: Menguatkan Da'wah, Meneguhkan Pendidikan

Gambar utama 'Tragedi Cemetuk: Luka Berdarah Kekejian PKI di Banyuwangi'

Tragedi Cemetuk: Luka Berdarah Kekejian PKI di Banyuwangi