Bolehkah Perempuan Masa Iddah Talak Mati Keluar Rumah?

Gambar Utama

Berdasarkan:

1. Surah Al-Baqarah:240, 234, 235 terkait hak dan kewajiban isteri dimasa Iddah, yaitu: tinggal di rumah, tidak menerima pinangan, selama 4 bulan 10 hari (Qs.2 :234). Tidak boleh dandan menor (HR. Jabir radhiyallahu'anh).

2. Hadits Nabi (shallallahu'alayhi wasallam):

 عن أُمِّ حَبِيبَةَ رضي الله عنها قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( لا يَحِلُّ لامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلاثٍ إِلا عَلَى زَوْجٍ فَإِنَّهَا تُحِدُّ عَلَيْهِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ) .البخاري (1280) ومسلم (1486)

Ummu Habibah (radhiyallahu'anha) meriwayatkan, aku mendengar Rasulullah shallallahu'alayhi wasallam bersabda:

"Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari Akhir berkabung melebihi tiga hari, kecuali bila ditinggal mati suaminya yang saat itu dia boleh berkabung sampai empat bulan sepuluh hari". Shahih Bukhari (1280); Shahih Muslim (1486).

3. Pendapat Ahli Ilmu:

قال أهل العلم : وتخرج في النهار للحاجة ، وأما في الليل فلا تخرج إلا للضرورة .

"Wanita itu boleh keluar siang hari, karena ada hajat. Adapun malam hari, ia tidak boleh keluar malam, kecuali ada keperluan mendesak."

4. Pandangan Imam Ibnu Qudamah (rahimahullah), senior madzhab Hambali asal Damaskus:

وللمعتدة الخروج في حوائجها نهارا , سواء كانت مطلقة أو متوفى عنها . لما روى جابر قال : طُلقت خالتي ثلاثا , فخرجت تجذّ نخلها , فلقيها رجل , فنهاها , فذكرت ذلك للنبي صلى الله عليه وسلم فقال : (اخرجي , فجذي نخلك , لعلك أن تصدّقي منه , أو تفعلي خيرا) رواه النسائي وأبو داود

"Wanita ‘iddah boleh keluar rumah di siang hari jika ada keperluan. Kebolehan ini berlaku untuk wanita yang talak mati atau talak cerai.   Berdasarkan HR Jabir (radhiyallahu ‘anhu):

"Bibiku sudah diceraikan tiga hari lamanya, dia keluar rumah untuk memotong kurmanya, dia berjumpa seorang laki-laki dan laki-laki itu melarangnya keluar. Peristiwa itu diadukan ke Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam), Nabi bersabda: “KELUARLAH kamu, dan potonglah kurmamu, dan sedekahlah dengannya dan berbuat baiklah.” [H.R. Abu Daud, An Nasa’i]. (Al Mughni, 8/130)

5. Pandangan Lajnah Da'imah KSA:

وجاء في "فتاوى اللجنة الدائمة" (20/421) : " يجب على المرأة المتوفى عنها زوجها أن تعتد أربعة أشهر وعشرا إذا لم تكن حاملا ، قال تعالى: ( وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ) وذلك من تاريخ الوفاة ، وإذا تعمدت المرأة ترك الإحداد فهي آثمة ، وعليها التوبة والاستغفار " انتهى.

Fatawa Lajnah Da'imah (Juz 20/421):

"Wajib hukumnya bagi wanita yang kematian suami untuk beriddah selama 4 bulan 10 hari, jika ia tidak hamil, berdasarkan firman Allah,surah Al Baqarah: 234. Hal itu dihitung dari tanggal wafat. Jika wanita tersebut tidak mengindahkan aturan ini, maka ia dihukum kan atsimah (berdosa), dan wajib atasnya untuk bertaubat dan mohon ampun."

6. Fatwa Syekh Munajjid (hafizhahullah)

 المرأة في عدة الوفاة لها أن تخرج من بيتها في النهار لقضاء حوائجها ، كالذهاب للطبيب ، ومتابعة الإجراءات الحكومية إذا لم يوجد من يقوم بها بدلا عنها ، وأما الليل فلا تخرج فيه إلا لضرورة

"Seorang wanita yang ditinggal wafat, dia BOLEH keluar rumah saat masa ‘iddahnya di siang hari untuk memenuhi keperluannya, seperti ke dokter, mengikuti aktivitas yg ditetapkan pemerintah, jika memang tidak didapatkan orang lain sebagai penggantinya. Adapun di malam hari tidak boleh dia keluar, kecuali darurat." (Fatawa Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 95297)

KESIMPULAN:

Wanita yang talak mati, boleh keluar rumah dan menjalankan aktivitas secara normal, sepanjang ia bisa menjaga diri dan kehormatan keluarga (iffah) dengan menghindari dandanan yang tidak semestinya.

Demikian semoga bermanfaat

Kemayoran Serdang.

DOA-DOA BUAT ORANG YANG SUDAH WAFAT

اللَّهُمَّ إنَّ فُلانَ ابْنَ فُلان .............في ذِمَّتِكَ وحَلَّ بجوارك، فَقِهِ فِتْنَةَ القَبْر، وَعَذَابَ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الوَفاءِ والحَمْدِ، اللَّهُمَّ فاغفِرْ لهُ وَارْحَمْهُ، إنكَ أَنْتَ الغَفُور الرَّحيمُ

 Ya Allah, sesungguhnya  fulan bin fulan  ............. (sebut nama) semoga senantiasa berada dalam lindungan-Mu. Menetap di sisi-Mu. Lindungi ia dari siksa kubur dan siksaan api Neraka. Engkau Maha menepati janji dan Maha terpuji. Ya Allah beri ia ampunan dan rahmat-Mu. Engkau Maha Pengampun dan Maha Pengasih.

اللَّهُمَّ احمه تحت الأرض، واستره يوم العرض، ولا تخزه يوم يبعثون "يوم لا ينفع مالٌ ولا بنون إلّا من أتى الله بقلبٍ سليم".

اللَّهُمَّ انقله من مواطن الدّود وضيق اللحود إلى جنّات الخلود

"Allahummarhamhu tahtal Ardhi. Wastirhu yaumal ardh. Wala tukhzihu yauma yub'atsun. Yauma layanfa'u malun walabanun Illa man atallah biqalbin Salim.

Allahummanqalahu min mawathiniddu' wadhayyiqil luhud ilajannatil-khulud.

Ya Allah, rahmati dia di bawah bumi, dan tutupi aibnya pada hari Kiamat, dan jangan hina dia pada hari mereka akan dibangkitkan “hari ketika harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali orang-orang yang datang kepada Allah dengan hati yang lurus. .”

Ya Allah, pindahkan dia dari tempat ulat dan sempitnya kuburan ke taman-taman abadi."

اللَّهُمَّ اجعله في بطن القبر مطمئنّاً وعند قيام الأشهاد آمن، وبجود رضوانك واثق، وإلى أعلى درجاتك سابق.

Allahumaj'alhu fiy bathnil-qabri muthma'innan wa'inda qiyamil asyhad aaminun. Wabijudi ridhawanaka watsiq. Wa'ilaa a'laa darajatika saabiq.

"Ya Allah, jadikanlah dia tenang di perut kubur, dan ketika hari kesaksian dia aman, dan dalam kebaikan keridhaan-Mu, dia percaya diri. Dan kedudukannya berada  di derajatmu yang tertinggi."

Kemayoran.

Lainnya Tentang Tanya Jawab

Gambar utama 'Qadha' atau Fidyah bagi Perempuan Menyusui yang Tidak Berpuasa?'

Qadha' atau Fidyah bagi Perempuan Menyusui yang Tidak Berpuasa?

Gambar utama 'Apakah KDRT dan Nusyuz Sama?'

Apakah KDRT dan Nusyuz Sama?

Gambar utama 'Bagaimana Hukum Keluarga Berencana (KB) dalam Islam?'

Bagaimana Hukum Keluarga Berencana (KB) dalam Islam?

Gambar utama 'Bagaimana Hukum Liwath (Homosex) dalam Islam?'

Bagaimana Hukum Liwath (Homosex) dalam Islam?

Lihat Semua

Artikel Terbaru

Gambar utama 'Ketika Aturan Kaku Menjadi Wajah Baru dari Kedzoliman'

Ketika Aturan Kaku Menjadi Wajah Baru dari Kedzoliman

Gambar utama 'Membantah Teori "Benturan Peradaban": Kepicikan Pandangan Samuel Huntington'

Membantah Teori "Benturan Peradaban": Kepicikan Pandangan Samuel Huntington

Gambar utama 'Hartini Dg Saido Terpilih Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Dewan Da'wah Periode 2025-2030'

Hartini Dg Saido Terpilih Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Dewan Da'wah Periode 2025-2030

Gambar utama 'Tanggung Jawab Ketua atau Pimpinan Organisasi Dakwah'

Tanggung Jawab Ketua atau Pimpinan Organisasi Dakwah

Gambar utama 'Dewan Dakwah Kukuhkan PGDD 2025–2028: Menguatkan Da'wah, Meneguhkan Pendidikan'

Dewan Dakwah Kukuhkan PGDD 2025–2028: Menguatkan Da'wah, Meneguhkan Pendidikan

Gambar utama 'Tragedi Cemetuk: Luka Berdarah Kekejian PKI di Banyuwangi'

Tragedi Cemetuk: Luka Berdarah Kekejian PKI di Banyuwangi