Pemimpin: Perisai Umat yang Hilang

Gambar Utama

             Oleh: Syarifah Syahidah*

Dalam Islam Pemimpin (al-imamah atau al-wilayah) memiliki kedudukan yang sangat penting. karena menyangkut kemaslahatan umat. Seorang pemimpin adalah orang yang pertama dan utama dalam penegakan keadilan, menjaga keamanan, melindungi rakyatnya, serta menjadi teladan moral dan spiritual. 

Rasulullah ﷺ bersabda:    إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ، يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ، وَيُتَّقَى بِهِ

"Sesungguhnya imam (pemimpin) itu adalah perisai. Umat berperang di belakangnya dan berlindung dengannya." (HR. Bukhari & Muslim)

Hadits ini menggambarkan kedudukan pemimpin dalam Islam: bukan sekadar pejabat administratif, melainkan benteng aqidah, syariat, dan kemuliaan umat.

Aqidah Dibina di Masjid, Dikawal Istana

Dalam Islam semua komponen saling menunjang, membentuk satu kesatuan dalam kedaulatan yang utuh. Urusan pemerintahan bisa ditanyakan kepada ulama sebaliknya aqidah umat tidak hanya dibentuk di masjid, tetapi juga dijaga istana. Sejarah Islam menunjukkan, ketika pemimpin tegak di atas tauhid, umat pun kokoh dalam iman. Namun ketika pemimpin condong pada thogut, umat pun tergelincir. Maka benar bahwa arah aqidah umat sangat bergantung pada siapa pemimpinnya.

Beberapa contoh kepemimpinan dalam Islam yang tegelincir karena thogut antara lain:

  1. Khalifah pertama Bani Umayah.  Mu'awiyah bin Abi Sufyan. Sebenarnya Mu'awiyah masih dikenal cukup bijak dan mampu menjaga stabilitas. Namun setelahnya keturunannya mulai condong pada politik dinasti, memperkaya keluarga dan sibuk pada kemewahan istana. seperti Yazid bin Mu'awiyah (661-663 M) yang sering dikritik para ulama karena gaya hidup mewahnya dan kurang peduli pada syariah.
  2. Sebagain Khalifah Bani Abbasiyah. Awalnya Abbasiyah menekankan keilmuan dan keadilan bahkan Baghdad menjdi pusat ilmu. Tetapi di periode pertengahan-akhir  banyak Khalifah yang terjebak pada intrik politik, hedonisme,, dan perebutan kekuasaan seperti Al Mu'tashim dan beberapa penerusnya yang lebih sibuk dengan pesta dan urusan pribadi.
  3. Masa-masa akhir dinasti (Umayyah di Andalusia, Abbasiyah di Baghdad). Pemimpinnya lebih mementingkan kemewahan dan harta ketimbang memperkuat umat. Akhirnya umat Islam terrpecah-pecah, mudah diserang bahkan jatuh ke tangan Mongol (1258 M) dan Recounquista di Spanyol.

Ulama menegaskan ketika pemimpin lebih sibuk pada dunia (harta, tahta dan pesta), maka amanah agama dan rakyat akan terbengkalai dan itulah awal kemunduran.

Teladan Pemimpin Junnah

Para Khalifah dan pemimpin Islam sejati adalah junnah (perisai, tameng atau pelindung  umat). Mereka menjaga aqidah dari serangan syirik, bid’ah, dan penjajahan pemikiran. Namun sebaliknya, pemimpin yang menjadi perisai thogut justru melindungi sistem kufur, membela peradaban jahiliyah modern, dan memusuhi para penyeru tauhid. Tidak ada posisi netral: pemimpin hanya ada dua-pelindung tauhid atau pelindung thogut.

Allah Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya:

 “Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul (dengan membawa seruan): Sembahlah Allah saja, dan jauhilah thogut.” (QS. An-Nahl: 36)

Definisi thogut menurut para ulama adalah segala sesuatu yang disembah, ditaati, atau diagungkan selain Allah, dan dia ridha terhadap hal itu. Maka pemimpin yang melindungi hukum selain hukum Allah, sejatinya sedang menjadi perisai thogut.

Allah juga memperingatkan:

“Dan apabila Kami hendak membinasakan suatu negeri, Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu, lalu mereka berbuat maksiat di dalamnya, maka sudah sepantasnya berlaku atasnya perkataan (hukuman), lalu Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra: 16)

“Dan demikianlah Kami adakan di tiap-tiap negeri pembesar-pembesar orang-orang yang jahat untuk melakukan tipu daya di negeri itu.” (QS. Al-An‘am: 123)

Dua ayat ini menunjukkan, kehancuran umat sering dimulai dari rusaknya para pemimpin.

Pelajaran dari Palestina :
Hari ini kita menyaksikan penjajah modern memporak-porandakan negeri-negeri Muslim. Namun lihatlah Palestina: para mujahidin bertaruh nyawa, mempertahankan aqidah dan tanah mereka. Mereka sadar, kemenangan umat bukan hanya di medan jihad, tapi juga di kursi kekuasaan. Sebab pemimpinlah yang menentukan arah perjuangan umat.

Refleksi untuk Kita:
Dari Palestina kita belajar bahwa aqidah dan kekuasaan adalah dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Aqidah harus dilindungi, dan perlindungan itu membutuhkan pemimpin sebagai perisai.

Maka hari ini, refleksi terbesar bagi kita adalah: Apakah kita sedang melahirkan pemimpin junnah, pelindung tauhid? Ataukah kita rela terus berada di bawah pemimpin thogut yang justru menghancurkan iman umat?

Kemenangan sejati bukan hanya dengan semangat, tetapi dengan aqidah yang kokoh dan kepemimpinan yang benar. Dan itu yang kini hilang: pemimpin perisai umat.

*Penulis adalah Da'iyah MC Muslimat Dewan Da'wah khusus Pembinaan Lapas dan Rutan Wanita. Pembina beberapa Majelis Ta'lim dan SDI (Studi Dasar Islam) Al Itqon

Lainnya Tentang Tsaqafah

Gambar utama 'Ketika Aturan Kaku Menjadi Wajah Baru dari Kedzoliman'

Ketika Aturan Kaku Menjadi Wajah Baru dari Kedzoliman

Gambar utama 'Membantah Teori "Benturan Peradaban": Kepicikan Pandangan Samuel Huntington'

Membantah Teori "Benturan Peradaban": Kepicikan Pandangan Samuel Huntington

Gambar utama 'Tanggung Jawab Ketua atau Pimpinan Organisasi Dakwah'

Tanggung Jawab Ketua atau Pimpinan Organisasi Dakwah

Gambar utama 'Tragedi Cemetuk: Luka Berdarah Kekejian PKI di Banyuwangi'

Tragedi Cemetuk: Luka Berdarah Kekejian PKI di Banyuwangi

Gambar utama 'Wajah Munafik Peradaban Barat'

Wajah Munafik Peradaban Barat

Gambar utama 'Nabi Muhammad Lahir, Eropa dalam Kegelapan'

Nabi Muhammad Lahir, Eropa dalam Kegelapan

Lihat Semua

Artikel Terbaru

Gambar utama 'Ketika Aturan Kaku Menjadi Wajah Baru dari Kedzoliman'

Ketika Aturan Kaku Menjadi Wajah Baru dari Kedzoliman

Gambar utama 'Membantah Teori "Benturan Peradaban": Kepicikan Pandangan Samuel Huntington'

Membantah Teori "Benturan Peradaban": Kepicikan Pandangan Samuel Huntington

Gambar utama 'Hartini Dg Saido Terpilih Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Dewan Da'wah Periode 2025-2030'

Hartini Dg Saido Terpilih Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Dewan Da'wah Periode 2025-2030

Gambar utama 'Tanggung Jawab Ketua atau Pimpinan Organisasi Dakwah'

Tanggung Jawab Ketua atau Pimpinan Organisasi Dakwah

Gambar utama 'Dewan Dakwah Kukuhkan PGDD 2025–2028: Menguatkan Da'wah, Meneguhkan Pendidikan'

Dewan Dakwah Kukuhkan PGDD 2025–2028: Menguatkan Da'wah, Meneguhkan Pendidikan

Gambar utama 'Tragedi Cemetuk: Luka Berdarah Kekejian PKI di Banyuwangi'

Tragedi Cemetuk: Luka Berdarah Kekejian PKI di Banyuwangi