Kaderisasi dan TOT Tingkat Nasional Muslimat Dewan Da'wah
Hartini Dg. Saido, M. H
Muslimat Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia sukses selenggarakan acara Kaderisasi Da'iyah dan TOT TK Nasional yang dihadiri oleh 16 pengurus wilayah seluruh Indonesia antara lain dari Prov. Jakarta, Banten, Jawa Barat, DIY, Solo Raya, Jawa Tengah (Brebes), Jawa Timur, Bali, NTT, Lampung, sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau dan Sulawesi Selatan, juga beberapa kader yang ada unit-unit Muslimat seperti relawan da'wah yang selama ini bertugas di LAPAK, LAPAS dan RUTAN, alumni Dauroh Meniti Senja Meraih Jannah. Total ada 30 orang peserta yang mengikuti acara secara aktif. Berlangsung selama enam hari, dari tanggal 23 sampai tanggal 28 Oktober 2024, bertempat di Gedung Menara Da'wah, Dewan Da'wah Pusat Lt 8 Kramat Raya 45 Jakarta Pusat.
Ketua Umum Dewan Da'wah Bapak Dr. Adian Husaini, bertindak sebagaai keynot speech yang sekaligus membuka acara. Pada kesempatan itu Bapak Adian Husaini berharap kiprah Muslimat Dewan Da'wah lebih terasa lagi keberadaannya di tengah umat. Karena da'wah adalah kolaborasi antara Da'i dan Da'iyah, keduanya memiliki peran yang siginifikan dalam membangun peradaban umat. Lebih-lebih di era kontemporer saat ini dimana segala hambatan dan tantangan lebih kompleks lagi.
Acara kaderisasi ini, diinisiasi sebagai upaya memberikan pembekalan kepada para pengurus dan kader-kader Muslimat yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu sebagai pembekalan acara diformat dengan memberikan materi-materi yang diharapkan bisa diserap oleh para peserta sebagai amunisi terbaru yang bisa sekaligus menjadi materi da'wah di lapangan. Disamping memberikan materi tambahan sebagai upaya mengokohkan skill sebagai juru da'wah dikalangan perempuan. Seperti materi Digitalisasi Da'wah, Da'iyah dan Pendampingan Hukum, Public Speaking untuk kalangan milenium atau gent "Z", tentunya dengan versi yang lebih adaptif, sesuai perkembangan teknologi informasi.
Tak kalah penting dalam acara tersebut peserta diberikan materi tentang Sejarah lahirnya DEWAN DA'WAH dan Muslimat Dewan Da'wah, diharapkan materi ini sebagai penguat ikatan batin antara Dewan Da'wah dan para kadernya khususnya dikalangan Muslimat. Karena dengan mengenal tentunya secara psikologis akan merasa terpaut dan rasa menjadi bagian darinya.
Bapak Avid Sholihin, Sekretaris Umum Dewan Da'wah yang khusus memberikan materi Sejarah Lahirnya Dewan Da'wah, sekali lagi menegaskan tujuan, visi dan misi Dewan Da'wah dan kaitan Muslimat Dewan Da'wah di dalamnya.
Berawal dari MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia). Bermetamorfosis menjadi Masjoemi yg memiliki semangat 'mempersatukan umat Islam dan memperjuangkan kepentingan umat Islam demi tegaknya ajaran Islam'.
Pada Tahun 1967 karena kebijakan Orde Baru Partai Masjoemi dibubarkan, akhirnya para pendiri kemudian bersepakat mendirikan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) dg misi utama: 'Menyelamatkan umat Islam dan negara kesatuan Republik Indonesia dengan Da'wah'.
Dalam kiprahnya posisi Dewan Da'wah saat ini menjadikan diri sebagai pengawal aqidah, penegak syariat, perekat ukhuwah, pengawal NKRI dan pendukung solidaritas.
Karena itu kebijkan gerakan Dewan Da'wah saat ini selain berkiprah/bergerak untuk skala nasional juga ada dalam skala global (geopolitik), bisa dilihat bahwa, Dewan Da'wah selalu ada bersama umat Islam Palestina, Rohingya dan umat Islam lainnya yg ada di seluruh penjuru dunia selagi masih bisa terjangkau. Demikian penjelasan Bapak Avid.
Sedangkan Ibu Dra. Andi Nurul Djannah,Lc, selaku Ketua Umum Muslimat Dewan Da'wah menyampaikan awal mula terbentuknya Muslimat Dewan Da'wah. Bahwa Muslimat lahir dari kumpulan jama'ah muslimah Masjid al Furqan yang oleh Bapak Moh Natsir Allah yarham yang menjadi Ketua Umum Dewan Da'wah saat itu, diarahkan dan dibimbing untuk menjadi bagian dari Dewan Da'wah sehingga kemudian lahirlah Muslimat Dewan Da'wah. Hal ini karena semangat Masjoemi yang memiliki sub bagian Perempuan Masjoemi.
Acara berlangsung serius tapi santai, karena ada game dan TOT (Training Of Trainers), dimana materi ini sebagai penyegar di tengah kepenatan duduk dan memberikan bimbingan dan arahan untuk bisa menjadi fasilitator ketika wilayah melaksanakan acara yang sama.
"Acara sengaja dikemas dengan materi-materi dan TOT karena kami berharap Pimpinan Wilayah yang hadir saat ini bisa membuat acara serupa di tempat masing-masing sehingga lebih banyak lagi kader yang bisa direkrut untuk menjadi da'iyah, demikian ungkap ibu Hartini Dg Saido, M.H, selaku Ketua Panitia Pelaksana sekaligus fasilitator.
Peserta yang sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi dalam acara, berharap Kaderisasi serupa bisa diadakan setiap tahun. "Sangat excited dengan materi-materi yang disampaikan, banyak diantaranya materi yang belum pernah didapatkan di tempat lain, ini sangat luar biasa dan bermanfaat dan melampaui ekspektasi kami sebagai peserta, saking semangatnya berharap acara yang sama bisa diselenggarakan setiap tahun dan kami bisa diundang lagi", kata Wa Ode Rahma salah seorang peserta asal Sulawesi Selatan.
Acara ditutup pada Ahad malam, setelah panitia dan peserta melakukan evaluasi bersama untuk perbaikan kedepan serta membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Hujan hujanan sampai basah
Mencari payung tak jua ketemu
Di gerbang Dewan Da'wah kita berpisah
Di medan juang kita bertemu.
Wassalam. HDS