Di Hari Kemerdekaan Malaysia PP Muslimat Dewan Da'wah Himbau Jaga Soliditas Negara Serumpun
muslimatdewandakwah
Fitriah Abd Aziz, S.Sos., M.Sos
(Wakil Ketua Umum PP Muslimat Dewan Dakwah)
Kuala Lumpur Malaysia merayakan hari kemerdekaannya ke-69 tahun dengan pergelaran akbar di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus 2026. Perayaan hari kemerdekaan ini dihadiri oleh Raja Malaysia Yang Di-Pertuan Agong (YDPA) Malaysia Sultan Ibrahim Iskandar yang merupakan Raja Malaysia ke-17, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim beserta jajaran pejabat kerajaan dan rakyat Malaysia dari berbagai negeri.
Pantauan di Kuala Lumpur persiapan hari kemerdekaan Malaysia ke-69 tahun ini dihadiri sekitar 10 ribu peserta. Perayaan ini dilakukan ditengah Malaysia menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghimbau masyarakat untuk berdoa agar kabut asap tidak mengganggu perayaan Hari Kemerdekaan 31 Agustus 2026 ditengah kualitas udara yang buruk di beberapa titik seperti di Sri Aman, Kuching dan Serawak. Persiapan perayaan telah dilakukan, beberapa kontingen telah melakukan persiapan, bendera-bendera Malaysia telah dipasang dan terlihat di beberapa sudut kota.
Menteri Komunikasi Malaysia DS Fahmi Fadzil mengatakan “perayaan kemerdekaan akan diadakan jika kondisi udara di lapangan masih dalam index tidak berbahaya mengikut kondisi udara hari ini. Namun acara perayaan kemerdekaan tetap dalam acuan badan meteorologi Malaysia.” Pemerintah Malaysia menghimbau peserta Perayaan Kemerdekaan hadir dengan menggunakan masker medis yang disediakan pemerintah untuk melindungi mereka dari dampak udara yang tidak sehat.
Wakil Ketua Umum PP Muslimat Dewan Dakwah Fitriah Abdul Azis berpendapat “Menyikapi kebakaran hutan yang terus menerus berimbas ke Malaysia, pemerintah Indonesia harus memperhatikan persoalan karhutla yang telah menjadi isu dua negara, yang apabila tidak ditindak lanjuti berpotensi mengganggu hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia dimasa depan. Kolaborasi Diplomatik Indonesia-Malaysia terkait isu karhutla haruslah berujung pada penanganan teknis bersama untuk menghindari konflik. Kita mengikuti bagaimana keluhan publik Malaysia di media sosial, penutupan ratusan sekolah di Serawak sebagai wilayah paling terdampak bisa meningkatkan ketegangan hubungan kedua negara. Kami terus menjaga dengan berbagai saluran komunikasi intensif untuk mengimbangi hubungan dua negara.”
“Kami berharap pemerintah Malaysia tidak membawa persoalan ini ke tingkat regional, juga kedua negara tidak saling lempar tanggung jawab korporasi tetapi konsisten membangun kesepakatan terkait Transboundary Haze Pollution dengan mulai membangun konsep “Diplomasi Hijau” antara Indonesia-Malaysia untuk mengelola kadar polusi kabut asap lintas batas di Asia Tenggara. Apabila ini tidak diambil tindakan maka peristiwa karhutla yang berulang bukan saja mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat di negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia dan Brunei tetapi juga mempengaruhi hubungan diplomatik kedua negara di masa depan. Menjadi harapan kita semua apapun persoalan yang dihadapi Indonesia dan Malaysia, maka itu tidak boleh mengganggu hubungan diplomatik kedua negara,” ujar Fitriah menambahkan.
Dampak kabut asap yang dirasakan di wilayah Malaysia sebelumnya sempat meningkatkan kadar polusi udara yang akhirnya mempertimbangkan untuk meniadakan perayaan hari kemerdekaan. Seperti dikutip dari presidenri.go.id, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintahannya akan mencari inovasi dalam penanganan Karhutla dapat diselesaikan lebih cepat, serta mengembangkan bahan pemadaman alternatif. Presiden Prabowo akan menurunkan seluruh sumber daya, teknologi dan inovasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Presiden Prabowo juga memantau langsung ke lokasi karhutla untuk menyaksikan langsung dan menggelar rapat darurat dan mengecek posko penanganan. Ia juga menyatakan rasa optimis untuk mengatasi karhutla terkendali hingga minggu ini.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tampaknya memberi ruang bagi pemerintah Indonesia agar dapat mengatasi dampak karhutla yang terjadi dinegaranya dan tetap melanjutkan kerjasama agar pemerintah Indonesia dapat membantu Malaysia dalam mencermati beberapa investasi. Dikutip dari CNA.asiamalaysia, pemerintah Malaysia mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang meningkatkan penanganan karhutla dengan strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahannya. Dan pemerintah Malaysia akan menjaga jalur komunikasi dengan otoritas di Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat kedua negara.