Rapat Koordinasi Nasional Dewan Da'wah Islamiyyah Indonesia Tahun 2024
Hartini Dg. Saido, M. H
Rakornas Dewan Da’wah telah terlaksana pada hari Jum’at – Ahad, 12 – 14 Januari 2024. Mengambil tempat pelaksanaan di markas Gedung Menara Da’wah komplek Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jln. Kramat Raya 45, Senen, Jakarta Pusat. Rakornas kali ini cukup istimewa dengan kesederhanaannya karena disamping memanfaatkan aula lantai 8 sebagai ruang sidang, para peserta juga diinapkan di gedung yang sama dengan mengambil beberapa ruang dan lantai serta memakai kasur sewaan. Menurut Pak Adian Husaini, Ketua Umum Dewan Da’wah Periode 2020-2025 Dewan Da’wah memang unik tetap berjalan dengan segala program dan kegiatan berjibun meskipun dengan dana dan fasilitas yang minim. Bahkan untuk Rakornas kali ini beberapa perwakilan provinsi ada yang datang dengan bantuan tiket dari Pusat.
Kegiatan rutin tahunan yang kali ini mengangkat tema “ Memperkokoh Sinergi dalam Meneguhkan Jati Diri Dewan Da’wah Sebagai Lembaga Da’wah dan Pendidikan,” dihadiri oleh 27 perwakilan Provinsi dari 32 Provinsi yang telah terbentuk. Selain di tingkat Provinsi saat ini Dewan Da’wah juga telah memiliki perwakilan di 250 Kabupatean/Kota.
Sebagai lembaga yang telah berkomitmen dari awal pendiriannya sebagai lembaga da’wah, saat ini Dewan Da'wah bisa dikatakan cukup pantas dibilang berhasil. Terbukti selain telah memiliki perwakilan di seluruh Indonesia, Dewan Da’wah juga cukup berhasil dalam kaderisasi da’i dan ulama. Terhitung sampai saat ini telah berhasil mencetak 6000 da’i yang aktif dan tersebar di seluruh pelosok negeri dengan 600 orang da’i yang mendapat mukafa’ah (tunjangan) dari pusat dan selebihnya dibiyai oleh daerah yang ditempati masing-masing da’i.
Selain itu Dewan Da’wah telah membangun 810 Mesjid yang tersebar di seluruh Indonesia dan memiliki kampus Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Muhammad Natsir yang terletak di Tambun, Bekasi Jawa Barat, telah meluluskan 876 alumni yang saat ini berkiprah di bidang da’wah, memiliki 29 kampus Akademi da’wah Indonesia (ADI) yang tersebar di 29 Kabupaten/Kota.
Dalam perjalanannya Dewan Da’wah juga telah berhasil dengan Program Kaderisasi Seribu Ulama (PKSU), sebuah program pendidikan yang pembiayaannya ditanggung 100 % bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), telah melahirkan 69 Doktor dan 295 master dalam berbagai disiplin ilmu dan saat ini telah berkiprah di dunia pendidikan dan pemikiran Islam.
Atas torehan berbagai keberhasilan di atas, saat ini Dewan Da’wah bisa juga dikatakan telah berfokus pada dunia pendidikan. Husus dunia pendidikan, Bapak Adian Husaini berpendirian bahwa konsep pendidikan ala pesantrenlah yang benar. Karena memakai tolok ukur pada akhlaq bukan semata-mata pada nilai atau hal-hal yang sifatnya fisik. Karena itu, beliau menyarankan jika ingin mencetak generasi emas konsep pendidikan di Indonesia harus dirubah.
Selain perumusan program, khittah da’wah dan perjuangan, yang diklasifikasikan dalam dua pendekatan yakni Da’wah Binaan (edukasi) dan Da’wah Difa’an (advokasi), beberapa isu penting yang berkaitan dengan situasi yang berkembang akhir-akhir ini juga dibahas dan didiskusikan. Antara lain menyangkut ekonomi Islam yang disinergikan dengan Ziswaf sebagai penguatan langkah da’wah, oleh Dr. Irfan Syauqi Beik. Menurut beliau Ziswaf adalah potensi yang harus dioptimalkan oleh lembaga Islam sebagai alternatif pembiayaan da’wah. Materi lain yang cukup menarik adalah Wawasan Politik dengan tema “ Politik Ekonomi Pembangunan Pasca Pilpes, “ oleh Prof Dr. Didin Damanhuri, SE, MS, DEA.
Dengan berbagai tema yang diangkat menunjukkan bahwa selain focus pada da’wah, Dewan Da’wah cukup perhatian dan tanggap dalam berbagai isu baik dalam maupun luar negeri seperti : Politik dalam dan Luar Negeri (Politik Internasional), Ekonomi, Hukum dan HAM, dunia Informasi dan tentu saja Ukhuwah Islamiyyah baik yang bersifat regional maupun global.
Rakornas Dewan Da’wah dalam acara penutupan merumuskan beberapa rekomendasi untuk intern dan ekstern. (TIN)